Wednesday, February 1, 2012

DALE CARNEGIE - GOLDEN RULES FOR SUCCESS

BECOME A FRIENDLIER PERSON

1. Don’t criticize, condemn or complain.
2. Give honest, sincere appreciation.
3. Arouse in the other person an eager want.
4. Become genuinely interested in other people.
5. Smile J
6. Remember that a person’s name is to that person the sweetest and most important sound in any language.
7. Be a good listener, encourage others to talk about themselves.
8. Talk in terms of the other person’s interest.
9. Make the other person feel important – and do it sincerely.

WIN PEOPLE TO YOUR WAY OF THINKING

10. The only way to get the best of an argument is to avoid it.
11. Show respect for the other person’s opinion, never say “you are wrong”.
12. If you are wrong, admit it quickly and emphatically.
13. Begin in a friendly way.
14. Get the other person saying “yes, yes” immediately.
15. Let the other person do a great deal of the talking.
16. Let the other person feel that the idea is his or hers.
17. Try honestly to see things from the other person’s point of view.
18. Be sympathetic with the other person’s ideas and desires.
19. Appeal to the nobler motives.
20. Dramatize your ideas.
21. Throw down a challenge.

BE A LEADER

22. Begin with praise and honest appreciation.
23. Call attention to people’s mistakes indirectly.
24. Talk about your own mistakes before criticizing the other person.
25. Ask questions instead of giving direct orders.
26. Let the other person save face.
27. Praise the slightest improvement and praise every improvement. Be “hearty in your approbation and lavish in your praise”.
28. Give the other person a fine reputation to live up.
29. Use encouragement, make the fault seem easy to correct.
30 Make the other person happy about doing the thing you suggest.


Monday, January 16, 2012

Good Speech dari Dahlan Iskan

Tiba-tiba saja pernyataan Menteri BUMN Dahlan Iskan menyebar ke mana-mana. Bukan gosip melainkan pernyataan yang bijak mengenai kepemimpinan.

Pernyataan ini sebenarnya diungkapkan Dahlan selepas dilantik menjadi Menteri BUMN Oktober tahun lalu pada suatu media. Entah bagaimana tiga hari terakhir menjadi pembicaraan di forum-forum, dikutip di berbagai blog, bahkan dimuat juga di akun

Facebook yang menamakan dirinya Dahlaniskanfans.

Berikut pernyataan lengkap Dahlan Iskan yang diberi judul "

Good Speech dari Bpk Dahlan Iskan" di forum-forum:

Menjadi pemimpin itu dianggap enak. Menjadi pemimpin itu dianggap bisa berkuasa.

Tetapi banyak yang tidak menyadari bahwa untuk bisa menjadi pemimpin yang baik sebenarnya harus pernah membuktikan dirinya pernah menjadi orang yang dipimpin.

Ketika menjadi orang yang dipimpin itu, dia juga bisa menjadi orang yang dipimpin dengan baik. Artinya untuk bisa menjadi pemimpin yang baik harus pernah menjadi anak buah yang baik.

Saya meragukan seseorang yang ketika menjadi anak buah tidak baik, dia bisa menjadi pemimpin yang baik. Menjadi anak buah yang baik itu adalah anak buah yang loyal tetapi juga kritis. Anak buah yang patuh tetapi juga bisa berpikir mana yang baik dan mana yang tidak baik. Anak buah yang selalu bisa memberikan jalan keluar kepada atasannya. Anak buah yang bisa memberikan pemecahan masalah bagi atasannya. Bukan anak buah yang selalu merepotkan atasannya, anak buah yang selalu membikin masalah pemimpinnya dan anak buah yang selalu memberikan persoalan bagi pemimpinnya.

Jadi ketika menjadi anak buah, dia harus bisa menjadi anak buah yang baik, bukan menjadi bagian persoalan dari pemimpinnya, tetapi menjadi problem solver bagi pemimpinnya.

Nah... kalau seseorang itu pernah menjadi anak buah yang baik, dan dalam kurun waktu yang cukup, maka kelak ketika dia naik menjadi pemimpin, dia akan bisa menjadi pemimpin yang baik. Karena seorang pemimpin yang pernah menjadi anak buah yang baik, maka dia bisa mengetahui bagaimana rasanya pernah menjadi anak buah.

Dengan demikian dia bisa tahu apa saja yang diperlukan anak buah dan bagaimana perasaan anak buah. Jadi pemimpin yang baik adalah pemimpin yang pernah menjadi anak buah yang baik.

LuarBiasa!!!

http://m.andriewongso.com/artikel/aw_corner/4755/Good_Speech_dari_Dahlan_Iskan

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Saturday, January 7, 2012

Coca Cola

Ada 3 kaleng coca cola, ketiga kaleng tersebut diproduksi di pabrik yang sama.

Ketika tiba harinya, sebuah truk datang ke pabrik, mengangkut kaleng-kaleng coca cola dan menuju ke tempat yang berbeda untuk pendistribusian.

Pemberhentian pertama adalah supermarket lokal. Kaleng coca cola pertama diturunkan di sini.

Kaleng itu dipajang di rak bersama dengan kaleng coca cola lainnya yang diberi harga Rp.4.000,00.

Pemberhentian kedua adalah pusat perbelanjaan besar. Di sana, kaleng kedua diturunkan.

Kaleng tersebut ditempatkan di dalam kulkas supaya dingin dan dijual dengan harga Rp.7.500,00.

Pemberhentian terakhir adalah hotel bintang 5 yang sangat mewah.

Kaleng coca cola ketiga diturunkan di sana. Kaleng ini tidak ditempatkan di rak atau di dalam kulkas.
Kaleng ini hanya akan dikeluarkan jika ada pesanan dari pelanggan.
Dan ketika ada yang pesan, kaleng ini dikeluarkan bersama dengan gelas kristal berisi batu es. Semua disajikan di atas baki dan pelayan hotel akan membuka kaleng coca cola itu, menuangkannya ke dalam gelas dan dengan sopan menyajikannya ke pelanggan. Harganya Rp.60.000,00.

Sekarang, pertanyaannya adalah : Mengapa ketiga kaleng coca cola tersebut memiliki harga yang berbeda padahal diproduksi dari pabrik yang sama, diantar dengan truk yang sama dan bahkan mereka memiliki rasa yang sama?

Lingkungan Anda mencerminkan harga Anda. 

Lingkungan berbicara tentang RELATIONSHIP.

Apabila Anda berada di lingkungan yang bisa mengeluarkan terbaik dari diri anda, maka Anda akan menjadi cemerlang.

Tapi bila Anda berada di lingkungan yang meng-kerdil- kan diri Anda, maka Anda akan menjadi kerdil.

Orang yang sama, bakat yang sama, kemampuan yang sama + lingkungan yang berbeda = NILAI YANG BERBEDA

Kata kasarnya adalah "bergaul sama kambing akan menjadi kambing, bergaul dengan sapi akan menjadi sapi"

Selamat menjadi "coca cola" yg terbaik.

Sent from BlackBerry® on 3

Wednesday, December 14, 2011

Kualitas Sebuah Pensil

Seorang nenek yg sedang menulis surat menasihati cucunya. "Nenek harap km bakal spt pensil ini ketika km besar nanti."

"Tapi nek sepertinya pensil itu sama saja dg pensil yang lainnya." Ujar si cucu.

"Pensil ini mempunyai 5 kualitas yg bisa membuatmu selalu tenang dlm menjalani hidup, kalau km selalu memegang prinsip-prinsip itu di dlm hidup ini."

Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.

"Kualitas pertama, pensil mengingatkan km kalau km bisa berbuat hal yg hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, km jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkahmu dlm hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya."

"Kualitas kedua, dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan utk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan km, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yg akan membuatmu menjadi orang yg lebih baik."

"Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dlm hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar."

"Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dlm sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah menyadari hal-hal di dalam dirimu. Instropeksi diri & jgn menyalahkan org lain terlebih dahulu."

"Kualitas kelima, sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Spt juga km, km harus sadar kalau apapun yg km perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan thd org lain"

Sent from BlackBerry® on 3

Monday, December 5, 2011

Berjalan Melalui Badai

Mari belajar dr hal ini. Pada suatu hari, seperti biasanya kami.bekendaraan menuju ke suatu tempat. Dan aku yg mengemudi.
Setelah bbrpa puluh kilometer, tiba² awan hitam datang bersama angin kencang.
Langit menjadi gelap. Kulihat beberapa kendaraan mulai menepi & berhenti.

"Bagaimana Ayah? Kita berhenti?", aku bertanya.
"Teruslah mengemudi!", kata Ayah.
Aku tetap menjalankan mobilku.
Langit makin gelap, angin bertiup makin kencang. Hujanpun turun.
Beberapa pohon bertumbangan, bahkan ada yg diterbangkan angin. Suasana sangat menakutkan.
Kulihat kendaraan² besar juga mulai menepi & berhenti.

"Ayah...?"
"Teruslah mengemudi!" kata Ayah sambil terus melihat ke depan.
Aku tetap mengemudi dng bersusah payah.
Hujan lebat menghalangi pandanganku sampai hanya berjarak beberapa meter saja.
Anginpun mengguncang²kan mobil kecilku.
Aku mulai takut.
Tapi aku tetap mengemudi walaupun sangat perlahan.

Setelah melewati bbrpa kilometer ke depan, kurasakan hujan mulai mereda & angin mulai berkurang.
Setelah beberapa killometer lagi, sampailah kami pada daerah yang kering & kami melihat matahari bersinar muncul dari balik awan.

"Silakan kalau mau berhenti dan keluarlah", kata Ayah tiba².
"Kenapa sekarang?", tanyaku heran.
"Agar engkau bisa melihat dirimu seandainya engkau berhenti di tengah badai".

Aku berhenti & keluar. Kulihat jauh di belakang sana badai masih berlangsung.
Aku membayangkan mereka yg terjebak di sana dan berdoa, smg mereka selamat.
Dan aku mengerti bahwa jng pernah berhenti di tengah badai karena akan terjebak dlm ketidakpastian & ketakutan kapan badai akan berakhir serta apa yg akan terjadi selanjutnya.

Jika kita sdg menghadapi "badai" kehidupan, teruslah berjalan, jgn berhenti, jgn putus asa karena kita akan tenggelam dlm keadaan yg terus kacau, menakutkan & penuh ketidak-pastian.

Lakukan saja apa yg dpt kita lakukan, & yakinkan diri bahwa badai pasti berlalu.
Tuhan SELALU menyertai kita...

Sent from BlackBerry® on 3

Thursday, December 1, 2011

Filosofi Pohon Bambu

Tumbuh menjulang ke langit.

Proses kehidupan pohon bambu mengandung arti filosofis buat manusia, yakni betapa fondasi yang kuat sangat diperlukan.
Meskipun berlatar tanaman rumput,
bambu menjadi beda lantaran karakternya.

Dalam kehidupan latar belakang, kita sebenarnya bukanlah penentu, melainkan bagaimana kita berupaya mengekspresikan potensi diri, tidak peduli latar belakang kita, sederhana, tapi anyaman bambu menjadi sangat indah.

Itulah yang akhirnya membuat kita menjadi pribadi luar biasa. Pohon bambu juga mengajari kita soal fleksibilitas. Kita jarang menyaksikan bambu roboh. Di tengah tumbangnya pohon-pohon lain akibat serangan angin puting beliung, bambu tetap tegar berdiri.

Selain karena akar yang kuat, batangnya juga mampu bergoyang bersama angin, dalam cuaca buruk dan angin kencang, pohon bambu bisa bergoyang dan mengeluarkan desis suara mengikuti irama angin.

Sementara pohon-pohon lain yang memiliki batang lebih besar, justru tidak kuat menghadapi ganasnya angin. Inilah yang disebut fleksibilitas.

Bambu yang lebih muda, nantinya akan sama tingginya dengan bambu yang lebih tua,
Itulah dasar kita menuntut ilmu yang tak mengenal lelah.

> BAMBU YANG SEDERHANA : mempunyai makna : Kuat , tegar , kokoh, tangguh, lentur, ulet, dapat menjadi salah satu Filosofi Dasar hidup anda agat TEGAK dalam menghadapi badai dan persoalan hidup.

Sent from BlackBerry® on 3

Monday, November 28, 2011

Man Who Failed to Get a Job at Microsoft

A Jobless man applied for the position of 'office boy' at Microsoft.
The HR manager interviewed him then watched him cleaning the floor as a test.

'You are employed' he said.

'Give me your e-mail address and I'll send you the application to fill in, as well as date when you may start.'

The man replied 'But I don't have a computer, neither an email'.

'I'm sorry', said the HR manager. If you don't have an email, that means you do not exist. And who doesn't exist, cannot have the job.

The man left with no hope at all. He didn't know what to do, with only $10 in his pocket.
He then decided to go to the supermarket and buy a 10Kg tomato crate.

He then sold the tomatoes in a door to door round. In less than two hours, he succeeded to double his capital. 

He repeated the operation three times, and returned home with $60.

The man realized that he can survive by this way, and started to go everyday earlier, and return late. Thus, his money doubled or tripled everyday.

Shortly, he bought a car, then a truck, and then he had his own fleet of delivery vehicles. 5 years later, the man is one of the biggest food retailers in the US.

He started to plan his family's future, and decided to have a life insurance.
He called an insurance broker, and chose a protection plan.
When the conversation was concluded the broker asked him his email.

The man replied,'I don't have an email.' 

The broker answered curiously,'You don't have an email, and yet have succeeded to build an empire. Can you imagine what you could have been if you had an e mail?!!' 

The man thought for a while and replied, "Yes, I'd be an office boy at Microsoft !!"

Ketika satu pintu tertutup, pintu lain terbuka. Namun terkadang kita melihat dan menyesali pintu tertutup terlalu lama sehingga tidak melihat pintu lain yang telah terbuka.

Jangan pernah berhenti berusaha dan jangan menyerah karena gagal, serta berani melangkah.

Sent from BlackBerry® on 3