Showing posts with label Investment. Show all posts
Showing posts with label Investment. Show all posts

Sunday, January 5, 2020

Beberapa Istilah Dalam Reksadana

Melanjutkan pembahasan reksadana, ada beberapa istilah yang perlu untuk dipahami sebelum kita berinvestasi reksadana :

Fund Name
Adalah nama dari produk reksadana tsb. Biasanya merupakan gabungan nama Fund Manager dan Jenis Reksadana, sehingga mudah diketahui oleh calon investor. Jenis-jenis reksadana bisa dilihat di post Reksadana (Mutual Funds).
Contoh :
Sucorinvest Money Market Fund
--Sucorinvest : nama Fund Manager, yaitu Sucorinvest Asset Management.
--Money Market : jenis reksadana, dalam contoh ini Reksadana Pasar Uang.

Fund Manager
Adalah nama dari pengelola reksadana tsb, umum dikenal juga dengan sebutan Manager Investasi (MI). Fund Manager yang terdaftar di Indonesia bisa dilihat pada situs OJK disini.
Bisa juga dilihat dari fitur situs penjual reksadana, misalnya Indopremier, bisa dilihat disini.

Custodian Bank
Bank yang berfungsi sebagai penampung dana dari dan ke Investor juga dari dan ke Fund Manager.
Peranan Custodian Bank disini sebagai pihak ketiga antara Investor dan Fund Manager. Oleh karena itu Custodian Bank wajib memberikan laporan kepada Investor setiap ada transaksi reksadana.
Ilustrasi aliran dana dalam transaksi reksadana :
1. Pembelian : Investor --> Custodian Bank --> Fund Manager
2. Penjualan  : Fund Manager --> Custodian Bank --> Investor

NAV (Net Asset Value)
Juga dikenal sebagai NAB (Nilai Aktiva Bersih). Yaitu nilai aset yang dimiliki oleh reksadana, dikurangi dengan kewajiban-kewajiban reksadana.

Unit
Merupakan satuan penjualan reksadana, dimana harga unit ini adalah NAV. Investor bisa membeli reksadana dalam satuan unit, maupun satuan rupiah yang dikonversikan ke unit. Harga unit bisa berubah-ubah setiap hari karena dipengaruhi oleh transaksi pembelian maupun penjualan reksadana, dan juga perubahan harga pasar aset yang dimiliki reksadana.

AUM (Asset Under Management)
Total nilai pasar dari semua aset yang dimiliki reksadana.

Fee 
Biaya yang dikenakan oleh Fund Manager kepada Investor pada setiap transaksi reksadana. Besaran fee bisa bervariasi tergantung pada kebijakan Fund Manager. Ada dua jenis fee :
-Subscription Fee / Biaya Pembelian -- dikenakan pada saat pembelian reksadana
-Redemption Fee / Biaya Penjualan -- dikenakan pada saat penjualan reksadana

Prospectus
Dokumen berisi informasi detail tentang suatu reksadana, mulai dari profil Fund Manager, pembentukan reksadana, ketentuan-ketentuan, laporan keuangan, dll. Prospectus bisa di-download pada masing-masing situs Fund Manager.

Fund Fact Sheet
Sesuai namanya, Fund Fact Sheet berupa 1 lembar ringkasan mengenai kinerja reksadana, jumlah dana kelolaan dan informasi portofolio reksadana.

Gain
Keuntungan yg didapat dari selisih NAV saat penjualan dan saat pembelian unit reksadana. Bisa dinyatakan dalam persen maupun dalam Rupiah.
• Potential Gain, potensi keuntungan yang didapat apabila unit reksadana dijual.
• Realized Gain, keuntungan yg didapat setelah unit reksadana dijual.

Loss
Kerugian yg didapat dari selisih NAV saat penjualan dan saat pembelian unit reksadana. Bisa dinyatakan dalam persen maupun dalam Rupiah.
• Potential Loss, potensi kerugian yang didapat apabila unit reksadana dijual.
• Realized Loss, kerugian yg didapat setelah unit reksadana dijual.

Sunday, April 1, 2018

Reksadana (Mutual Funds)


Tepat setelah menulis Inflasi dan Investasi (4.5 tahun yll) saya mulai mencoba investasi Reksadana.

Awalnya hanya karena penjelasan teman yang sederhana, nilai uang kita bisa berkembang sesuai IHSG, apabila IHSG naik ya ikut naik, apabila IHSG turun juga ikut turun. Namun hasilnya bisa menutup inflasi.
Karena saya saat itu sudah lebih mengerti inflasi, maka oke.. saya putuskan untuk ikut investasi reksadana dengan nilai kecil hanya sekitar 500rb rupiah, dan itupun di reksadana campuran. Setelah semakin memahami aturan main reksadana, barulah menambah dana sedikit demi sedikit dan juga membeli reksadana saham.

Bisa dijelaskan secara singkat bahwa reksadana adalah salah satu instrument investasi dimana kita mempercayakan dana kepada manager investasi untuk dikelola (dikembangkan). Tentunya kita harus memberikan bagi hasil kepada manager investasi tersebut, dalam bentuk fee jual dan fee beli. Besaran fee sudah ditentukan oleh masing-masing manager investasi. Selain itu setiap manager investasi biasanya memiliki persyaratan tersendiri mengenai minimum pembelian unit, minimum penjualan unit, biaya switching, dll. Semua hal ini dapat dibaca pada Fund Fact Sheet masing-masing reksadana.

Secara garis besar, reksadana terbagi menjadi 4 jenis :

1.       Reksadana Pasar Uang
2.       Reksadana Pendapatan Tetap
3.       Reksadana Campuran
4.       Reksadana Saham

REKSADANA PASAR UANG
Manager investasi pada reksadana pasar uang akan menempatkan dana kita pada instrument pasar uang, yaitu deposito dan simpanan jangka pendek.
Oleh karena itu reksadana ini memiliki tingkat resiko yang paling rendah. Bagaimana dengan return-nya? Tentunya juga rendah.

REKSADANA PENDAPATAN TETAP
Manager investasi pada reksadana pendapatan tetap akan menempatkan dana kita pada instrument surat berharga, seperti SUN dan Obligasi.
Tingkat resiko masih relative rendah namun return bisa lebih tinggi dari reksandana pasar uang.

REKSADANA CAMPURAN
Manager investasi pada reksadana campuran akan menempatkan dana kita pada gabungan instrument pasar uang, obligasi dan saham.
Manager investasi akan melakukan switching penempatan dana sesuai kondisi mana instrument yang menghasilkan return lebih besar. Apabila pasar saham sedang bullish maka persentase dana kelolaan akan lebih besar alokasinya ke saham, namun apabila kondisi sebaliknya yang terjadi, maka persentase dana kelolaan akan lebih besar alokasinya ke deposito atau obligasi.
Tingkat resiko untuk reksadana ini sedang dan tingkat return cukup tinggi.

REKSADANA SAHAM
Reksadana ini memiliki tingkat resiko yang tinggi, namun menghasilkan return yang tinggi pula. Pada beberapa jenis reksadana saham bahkan bisa mencapai >20% dalam setahun. Manager investasi akan menempatkan dana kita pada pada instrument saham. Perlu diingat bahwa naik turunnya nilai aktiva bersih reksadana ini akan identic dengan naik turunnya IHSG.

Ingat, LOW RIKS LOW RETURN, HIGH RISK HIGH RETURN.

Performa reksadana dapat dicek di link Infovesta.

Bagi kita yang memerlukan persiapan dana untuk kebutuhan jangka pendek (1-2 tahun kedepan), dianjurkan untuk memilih jenis reksadana pasar uang atau reksadana pendapatan tetap. Sedangkan kebutuhan jangka menengah sampai panjang, dianjurkan untuk memilih reksadana campuran atau reksadana saham supaya bisa mendapat potensi return yang lebih besar.

Saya sendiri sudah keluar dari reksadana yang saya ikuti dan dananya saya pindahkan ke saham. Gain atau loss?
Pada saat keluar saya mendapat gain 50%, artinya rata-rata 12.5% setahun, jauh diatas bunga deposito maupun inflasi J

Monday, September 30, 2013

Inflasi dan Investasi

Pada tulisan sebelumnya, Kepompong dan Kutu Loncat, saya menuliskan bahwa kenaikan salary sebaiknya harus diatas inflasi. Apa sih inflasi? Kenapa juga sekarang banyak disebut-sebut dalam berita?
Sebenarnya saya juga baru belajar, karena sejak SMA saya kurang berminat dengan hal-hal yang berkaitan ekonomi. Dulu saya sering tidur di jam pelajaran ekonomi hehehe... Salah memang, dan menurut saya tidak perlu disesali (sekarang kalau saya menyesal juga ga terus jadi mengerti). Yang penting sekarang belajar. Tulisan ini saya buat utamanya supaya saya ingat apa yang sudah pernah saya pelajari. Wong dasarnya kurang berminat, jadi sekarang kalau belajar ya harus ada usaha lebih supaya apa yang saya dapat tidak sia-sia.
Kira-kira 2 bulan ini saya mengikuti berita-berita tentang keadaan ekonomi Indonesia. Dari dulu sampai 2 bulan lalu yang saya ketahui mengenai inflasi adalah turunnya nilai mata uang, titik. Tidak lebih dari itu.

Nah apa sebenarnya inflasi?
Inflasi adalah turunnya nilai mata uang untuk mendapatkan sesuatu yang sama dari waktu ke waktu. Contoh mudahnya, dulu waktu SD saya suka beli teh kotak dengan harga Rp 500. Nah sekarang untuk mendapatkan teh kotak saya harus membayar Rp 2.000. Kenapa untuk teh kotak yang sama isinya, sama pabriknya, sama kemasannya, harganya bisa berbeda? Kenapa harganya dinaikkan? Sebenarnya bukan karena harganya dinaikkan, tetapi karena nilai uang kita makin turun. Makin banyak orang yang punya uang, makin turunlah nilai uang itu (ingat prinsip permintaan penawaran/supply demand).

Prinsip yang sama juga berlaku untuk valas, makin banyak orang yang mencari makin naiklah nilai tukarnya. Coba kita perhatian kurs hari ini, sekitar Rp 11.700/USD dan Rp 9.300/SGD. Menjelang akhir tahun nanti biasanya kurs akan naik, karena banyak utang luar negeri yang jatuh tempo. Bayarnya tentu pakai dollar kan, jadi akan banyak orang-orang yang membeli dollar sehingga menaikkan nilai tukar dollar tsb.

Sekarang bagaimana menyikapi inflasi?
Kita harus mengetahui berapa besar inflasi sekarang. Inflasi Indonesia sekarang berada di sekitar 7% - 8.5%. Karena itu di tulisan sebelumnya saya menuliskan kenaikan salary hendaknya diatas inflasi. Kalau inflasi 10% ya kenaikan salary harus diatas 10%. Kalau tidak begitu bagaimana? Ya salary kita habis dong karena tergerus inflasi. Harga-harga barang naik tapi nilai uang kita turun, sehingga daya beli kita makin rendah. Jadi kalau kenaikan salary yang diberikan perusahaan tidak mencapai angka itu, ya siap-siap saja cari 'sepatu baru' (apalagi kalau UMR naik gaji nggak naik-naik hehehe..).

Jangan lupakan uang kita yang ada di bank. Bukan berarti uang di bank aman lho... Memang uang di bank lebih aman daripada kita simpan di rumah, tapi NILAI nya yang tidak aman. Uang di bank pun juga akan tergerus inflasi. Apalagi bunga tabungan dibawah 5%, habis deh kena inflasi.. Lalu gimana mengamankan nilai uang itu? Investasi jawabannya. Tentu saja kita harus mencari investasi yang imbal hasilnya bisa mengalahkan inflasi.

Prinsip investasi yang harus selalu jadi pegangan adalah HIGH RISK HIGH RETURN, LOW RISK LOW RETURN. Artinya investasi dengan imbal hasil tinggi tentunya juga memiliki resiko yang tinggi. Begitu pula dengan sebaliknya. Jadi jangan hanya tergiur dengan imbal hasil tinggi yang ditawarkan, perhatikanlah juga resikonya. Apalagi kalau ada yang mengatakan investasi saya bisa melipatgandakan uang/emas dengan cepat, wah hati-hati saja.....

Beberapa jenis investasi yang cukup banyak dikenal:
  1. Tanah. Investasi ini yang paling aman dalam melindungi nilai uang kita. Karena harga tanah akan selalu naik dari tahun ke tahun. Kenapa? Jumlah penduduk bumi makin banyak dari tahun ke tahun, sedangkan tanahnya hanya itu-itu saja. Sudah jelas tidak akan rugi kalau kita berinvestasi ke tanah (kecuali tanah bermasalah lho ya... malah ngabisisn uang itu :p).
  2. Emas. Nilai emas dari tahun ke tahun cenderung naik, dan tidak terpengaruh inflasi. Memang ada kalanya turun, tapi secara umum tetap naik. Karena itu jangan begitu kuatir kalau harga emas lagi turun, simpan dulu saja emasnya. Ingat investasi emas adalah investasi jangka panjang. Sebagai referensi adalah grafik harga emas 5 atau 10 tahun terakhir di Kitco atau di website harga-emas.
  3. Deposito. Investasi yang terbilang aman, karena hampir tidak ada resiko. Karena aman tentunya imbal hasil yang diberikan kecil. Saat ini bunga deposito hanya sekitar 6% setahun, masih dibawah inflasi. Jangka waktu penempatan deposito mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun, dst. Nilai minimal pembukaan deposito adalah Rp 10 juta, dan sebaiknya memilih deposito yang menggunakan mekanisme auto roll over (bunga berbunga). Meskipun tidak bisa menandingi inflasi tapi paling tidak bisa dipakai mempertahankan nilai uang.
  4. Reksadana. Suatu instrumen investasi dimana kita mempercayakan uang kita kepada Manager Investasi untuk diperdagangkan dalam bursa saham, surat berharga, maupun deposito. Beberapa jenis reksadana menawarkan imbal hasil diatas 10% setahun, yang tentunya cukup ideal untuk menandingi inflasi.
  5. Saham. Diperlukan waktu dan usaha yang lebih bila kita ingin berinvestasi saham. Karena nilai saham fluktuatif, dan diperlukan analisa untuk menentukan buying point dan selling point agar keuntungan yang didapat bisa maksimal.
  6. Valas. Sangat fluktuatif nilainya, bisa saja memberikan keuntungan yang sangat besar namun juga sangat beresiko. Pergerakan nilai tukar valas sangat dipengaruhi oleh kondisi di berbagai negara, sehingga sulit untuk diprediksikan.
 Semoga bisa membantu. Silakan ditambahkan, dikomentari maupun dikoreksi :)

Update Kurs BCA
TanggalUSDSGD
30 Sep 13Rp 11,700Rp 9,300
30 Okt 13Rp 11,175Rp 9,050
28 Nov 13Rp 11,990Rp 9,560