Tuesday, April 12, 2011

Multiplexing vs Switching

Multiplexing
Merupakan teknik yg dipakai untuk beberapa signal dalam satu channel komunikasi. Ada 2 jenis yaitu :

  1. Time Division Multiplexing (TDM)
    Satu channel komunikasi dipakai secara bersama-sama namun penggunaanya bergantian. Tidak akan terjadi crosstalk (masuknya percakapan org lain kedalam percakapan kita. Lebih reliabel namun lambat. Contoh: LAN.
  2. Frequency Division Multiplexing (FDM)
    Satu channel dipakai secara bersama-sama namun pada ferkuensi yg berbeda. Ada kemungkinan terjadi crosstalk. Lebih cepat daripada TDM. Contoh: Wifi.
Switching
Ada 2 jenis juga, yaitu :
  1. Circuit Switching
    Transfer data dimulai setelah ada koneksi antara pengirim dan penerima.
    Contoh: percakapan telepon.
  2. Packet Switching
    Tidak perlu ada koneksi dulu sebelum transfer data. Data akan diberi label yg berisi informasi pengirim dan penerima. Tidak ada jaminan data akan sampai ke tujuan sesuai waktu yg kita inginkan.
    Contoh: pengiriman paket, akses internet.

Bila diaplikasikan ke jaringan komputer, perbedaannya sbb:

  • Circuit Switched Network
    -Bandwidth dialokasikan scr penuh dan dijamin ada selama transmisi berlangsung.
    -Sekali koneksi terbentuk, kapasitas circuit dapat digunakan scr penuh tanpa peduli aktifitas network yg lainnya.
    -Biaya koneksi tergantung dari data yg ditransmisikan, bila tdk ada transmisi data namun koneksi masih ada, maka biaya akan terus berjalan.
  • Packet Switched Network
    -Bandwidth digunakan secara dinamis, bila diperlukan transmisi data saja.
    -Beberapa komunikasi bisa terjadi bersamaan.
    -Ada delay dan congestion.
    -Lebih cost effective dan reliabel daripada Circuit Switched Network.

Komunikasi Analog vs Digital

Analog
Prinsip analog: signal akan selalu bervariasi kekuatan atau jumlahnya. Biasanya diasosiasikan dengan transmisi suara. Contoh: telepon, modem, fax. Data akan ditransmisikan dalam bentuk signal melalui sebuah media. Pada media kabel, signal ini berupa gelombang elektromagnet. Gelombang ini memiliki 3 atribut : Amplitudo, Frequency, Phase. Amplitudo dipengaruhi oleh keras lemahnya suara. Sedangkan frekuensi dipengaruhi oleh tinggi rendahnya nada.

Digital
Prinsip digital: signal akan berbentuk biner. Pada komunikasi digital, signal bersifat discrete (on atau off, 1 atau 0).

Bandwidth
Analog: total kapasitas channel komunikasi, perbedaan antara frekuensi tertinggi dan terendah. Semakin besar bandwidth, semakin banyak signal yg dapat ditampung pada range frekuensi tsb. Diukur dalam satuan Hertz (Hz).
Digital : data rate, jumlah data yg dapat ditransmisikan melalui media pada waktu tertentu. Diukur dalam satuan bits per second (bps).

Baud Rate
Adalah satuan kecepatan signal. Misalnya sebuah channel komunikasi mentransmit data pada 300 baud, artinya signaling rate channel tsb berganti sebanyak 300x per detik. Baud tidak menggambarkan jumlah data yg ditransmisikan per detik.

Throughput
Pasti ada perbedaan antara kapasitas maksimal sebuah channel komunikasi (bandwidth) dengan realisasi data transmission rate. Realisasi inilah yg disebut dengan throughput.

Noise
Signal yg tidak diharapkan namun muncul pada sebuah media transmisi dan bersifat mengganggu. Ada 2 jenis noise, Ambient/Thermal (panas, ditimbulkan oleh perangkat perangkat transmisi) dan Impulse (gangguan dari lingkungan, misal petir, signal HP, motor listrik). Noise bisa dihindari dengan instalasi kabel yg tepat.

Transmisi Data berdasarkan Arah Aliran Data

1. Simplex
Aliran data hanya searah saja. Pengirim dan penerima data memiliki peran yg tetap. Contoh: siaran televisi, siaran radio.

2. Duplex
Aliran data dapat berjalan dua arah, dibagi 2 sbb:

  • · Half Duplex
    Aliran data dapat berjalan dua arah namun bergantian. Saat satu node mjd pengirim, node satunya mjd penerima. Contoh: HT.
  • · Full Duplex
    Aliran data dapat berjalan dua arah pada saat yg sama. Contoh: chatting, telepon.

Metode Komunikasi

1. Serial
Metode transmisi data dimana bit-bit penyusun data ditansmisikan secara berurutan, satu bit setiap satuan waktu (one bit at a time). Metode ini dibagi lagi mjd 3 jenis :

  • · Synchronous
    Selalu ada sinkronisasi antara pengirim dan penerima data, apakah sebuah data sudah selesai dikirim. Pengirim dan penerima data saling berkomunikasi satu sama lain selama pengiriman data berlangsung.
  • · Asynchronous
    Disebut juga start stop transmission, karena data akan dikirimkan secara terpotong-potong dan pada setipa potongan tsb diawali oleh start bit dan diakhiri oleh stop bit. Data dapat dikirimkan kapan saja, tanpa penerima harus tahu apakah ada data yg akan dikirimkan. Penerima juga tidak mengetahui berapa panjang data yg dikirimkan.
  • · Isochronous
    Digunakan untuk komunikasi video, dimana diperlukan kecepatan yg konstan (CBR – Constant Bit Rate) dan bandwidth yg teralokasi secara penuh. Aliran data akan berlangsung secara continue dan uninterrupable.

2. Paralel
Metode transmisi dimana pada satu saat yg sama ditransmisikan semua bit penyusun data pada channel yg berbeda (one group of bits at a time).

Pada waktu yg sama untuk mentransmisikan 1 bit melalui line serial, kita dapat mentransmisikan 8 bit atau lebih pada line paralel.

Thursday, April 7, 2011

Model Jaringan Komputer (Baru)

Client Server
Pada model ini jaringan komputer solah-olah dibagi menjadi 2 bagian, yaiti Client Side (Front End) dan Server Side (Back End). Tugas client side adalah memberikan user interface kepada pengguna agar lebih mudah dalam melakukan request ke jaringan. Tugas server side adalah menerima request tadi dan memprosesnya, lalu memberikan hasil proses ini ke client side.

Contoh : Seseorang yang bekerja menggunakan MS.Word dan mencetak hasilnya pada network printer.

Model client server sangat ideal untuk software yang memerlukan database, karena database cukup diinstal pada server saja, sedangkan aplikasinya diinstal pada client.

Peer to Peer
Pada model ini setiap host berperan sebagai server dan sebagai client pada aplikasi yg sama.

Contoh : Napster, Kazaa, Gnutella, Bit Torrent

Web Based
Seperti model client server namun komunikasinya menggunakan "bahasa" HTTP. Perangkat yang digunakan biasanya disebut dengan istilah Network Appliances, dimana perangkat ini sangat bergantung kepada provider/penyedia layanan (ASP-Application Service Provider atau CSP-Content Service Provider)

Contoh : Aplikasi web yg menggunakan ASP (Active Server Pages) atau PHP. Script PHP akan dijalankan di server side (Apache atau IIS), sementara script yg berjalan di client side akan dijalankan oleh web browser.