Wednesday, April 6, 2011

OSI Layer

Open System Interconnection (OSI) merupakan model arsitektur jaringan yang memiliki 7 layer, dimana tiap tiap layernya memiliki tugas khusus dalam komunikasi data.

Layer 1 – Physical Layer
Berfungsi menentukan media transmisi, metode transfer data, dan sinkronisasi bit.

Layer 2 – Data Link Layer
Berfungsi mengelompokkan paket-paket data menjadi frame.

Layer 3 – Network Layer
Berfungsi mendefinisikan alamat IP, membuat header untuk paket data dan menentukan rute data (routing).

Layer 4 – Transport Layer
Berfungsi memecah data menjadi paket-paket data dan memberikan kode nomor urut.

Layer 5 – Session Layer
Berfungsi menentukan apakah koneksi antar node dibuat atau diputus atau dipertahankan.

Layer 6 – Presentation Layer
Berfungsi mengkonversi data ke format tertentu sebelum ditransmisikan. Misal : text àASCII, gambar àjpg.

Layer 7 – Application Layer
Berfungsi menyediakan user interface untuk merepresentasikan data yg akan ditransmisikan atau data hasil transmisi.

Monday, April 4, 2011

Komponen Dasar Jaringan

1. Network Interface Card (NIC)
Dikenal juga sebagai network card atau network adapter. Setiap NIC memiliki sebuah alamat yg bersifat unique, yaitu MAC Address, yg panjangnya 48 bit. Bekerja pada OSI Layer ke 1 (physical layer) dan ke 2 (data link layer)

2.Repeater
Perangkat yg fungsinya menerima signal, membersihkan signal tsb dari noise, dan melakukan transmit ulang signal tsb sehingga dapat mencapai cakupan area yg lebih luas. Pada penggunaan kabel twisted pair, biasanya repeater diperlukan bila jarak yg akan dicapai lebih dari 100 meter. Bekerja pada OSI Layer ke 1 (physical layer).

3. Bridges
Perangkat yg menghubungkan beberapa network segment pada layer 2 OSI model (data link layer). Bridge dapat menghubungkan dua media jaringan yg berbeda (UTP dan Fiber Optic) atau dua arsitektur jaringan yg berbeda (Token Ring dan Ethernet).

4. Switches
Perangkat yg bekerja pada OSI layer 2. Switch memiliki cara kerja yg mirip dengan bridge, hanya saja pada switch memiliki banyak port. Pada switch ada istilah uplink port, yaitu port yang dapat digunakan untuk menghubungkan switch tsb dengan switch lainnya. Apabila pada switch tidak ada uplink port ini, kita tetap bisa menghubungkan switch tsb dengan switch lain menggunakan kabel UTP yg konfigurasinya cross.

5. Routers
Perangkat ini bekerja pada OSI Layer ke 3 (network layer), tugasnya memforward packet dari satu network ke network lain. Cara kerja ini sering kita sebut sebagai routing. Dalam proses routing, diperlukan sebuah routing table, yg menggambarkan rute yg akan dilewati oleh packet. Ada dua jenis routing table : static (diisi oleh administrator) dan dynamic (dibuat scr otomatis oleh router).


10 Rahasia Sukses Jepang

1. Kerja Keras

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.

2. Malu

Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.

3. Hidup Hemat

Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.

4. Loyalitas

Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.

5. Inovasi

Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.

6. Pantang Menyerah

Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia . Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki , disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo . Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen) . Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini

7. Budaya Baca

Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institute penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.

8. Kerjasama Kelompok

Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok” . Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.

9. Mandiri

Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.

10. Jaga Tradisi & Menghormati Orang Tua

Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini.

Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.

Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena “hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

Friday, March 25, 2011

Model Jaringan Komputer (Lama)

Ada 3 model jaringan komputer lama, yaitu :

1. Decentralized System
User memanage resourcenya sendiri. Tidak ada pertukaran data antara node yg berbeda. Bisa dikatakan, setiap node bersifat independen. Pada jenis ini sangat mudah terjadi duplikasi data, yang akan menimbulkan inkonsistensi data dalam satu organisasi. Contoh: data kemahasiswaan disimpan di biro kemahasiswaan, sementara data absensi ada di biro akademik. Apabila ada seorang mahasiswa pindah jurusan dan hanya melapor ke biro kemahasiswaan saja maka data di biro akademik menjadi tidak valid. Dari sini sudah nampak inkonsistensi data yg dimaksud. Selain itu, sistem ini memerlukan biaya operasional yg besar (banyak hardware, banyak yg harus di maintenance dsb).

2. Centralized System
Pada sistem ini ada satu komputer yg berfungsi sebagai tempat penyimpanan data (database), user boleh mengakses data tsb dari terminal yg tersedia. Jadi bila ada kasus seperti contoh no 1, mahasiswa cukup melapor sekali saja dan data cukup diupdate sekali saja pada database. Secara otomatis semua terminal yg terkoneksi ke database akan membaca data yg sama. Kekurangan sistem ini adalah apabila terjadi kerusakan pada database, maka seluruh organisasi akan terpengaruh.

3. Distributed System
Terdiri dari komputer independen yg saling terkoneksi satu sama lain. Pada sistem ini seringkali user tidak menyadari bila komputernya saling terkoneksi dgn komputer lain. Dari sudut pandang user, sistem ini nampak seperti sistem tunggal yg independen. Contohnya, user A akan merevisi suatu file, maka file itu akan ditampakkan walaupun sebenarnya file yg dimaksud ada di komputer B (file yg lokasinya remote akan nampak seakan-akan file tsb local).

Wednesday, March 23, 2011

GOLDEN RULES OF TAO ZHU GONG

Tao Zhu Gong atau dikenal juga dengan nama Fan Li, adalah mantan perdana menteri yang dengan setia membebaskan kaisar junjungannya dari tahanan negara asing dan membantu kaisarnya membangun kembali negaranya sendiri.

Setelah negaranya mampu mengalahkan negara lawannya, Fan Li memohon pensiun dini dari sang kaisar, yang dengan berat hati, meluluskan.

Dalam perjalanan pindah ke negara lain, seorang jenderal yang menjadi sahabat Fan Li mengantarkannya sampai jauh dan memohon agar Fan Li membatalkan pengunduran dirinya. Dalam sebuah kesempatan hanya berdua saja, Fan Li menasehati sahabatnya untuk juga mengundurkan diri. Dan waktu ditanya mengapa, Fan Li menjawab bahwa kaisar junjungan yang dicintainya adalah orang yang sangat baik pada saat susah, tetapi menjadi manusia kejam pada saat berkuasa.

Jenderal sahabatnya tidak mengikuti nasehat Fan Li, dan beberapa tahun kemudian jenderal tersebut dihukum mati oleh kaisar, karena kaisar curiga jenderal tersebut akan memberontak.

Setelah pindah ke negara lain, Fan Li menjadi pengusaha yang sukses. Kekayaannya melebihi kekayaan negara, karena kepandaiannya dalam menilai karakter orang, mempergunakan teknologi informasi paling canggih pada saat itu yaitu merpati pos untuk mengetahui harga dan stok komoditi di berbagai negara.

Begitu kayanya sehingga Fan Li memiliki kemampuan untuk menjatuhkan seorang raja dari suatu negara dengan hanya menaikkan atau menurunkan harga pangan.

Beberapa prinsip bisnis dari Fan Li menjadi legenda dikalangan pengusaha Tionghoa seperti yang tertulis berikut ini.

The Twelve Golden Rules are as follows:
  • Be a good judge of character.
  • Be customer-oriented.
  • Be single-minded.
  • Be captivating in your sales promotion.
  • Be quick to respond.
  • Be vigilant in credit control.
  • Be selective to recruit only the best.
  • Be bold in marketing your product.
  • Be smart in product acquisition.
  • Be adept in analyzing market opportunities.
  • Be a corporate model.
  • Be farsighted in developing a total business plan.
The Twelve Golden Safeguards are:
  • Don't be stingy.
  • Don't be wishy-washy.
  • Don't be ostentatious.
  • Don't be dishonest.
  • Don't be slow in debt collection.
  • Don't slash prices arbitrarily.
  • Don't give in to herd instinct.
  • Don't work against the business cycle.
  • Don't be a stick-in-the-mud.
  • Don't overbuy on credit.
  • Don't under-save (keep reserve funds strong).
  • Don't blindly endorse a product.
Tao Zhu Gong’s maxims are:
  • Ability to know people;
  • Ability to handle people;
  • Ability to focus on the business;
  • Ability to be organized;
  • Ability to be agile and flexible;
  • Ability to demand payment;
  • Ability to use and deploy people;
  • Ability to articulate;
  • Ability to excel in purchasing;
  • Ability to diagnose and seize opportunities and combat threats;
  • Ability to initiate and lead by example;
  • Ability to be far-sighted.

Jaringan Komputer

Definisi Jaringan Komputer :
sekumpulan komputer/device yg saling terhubung dan dapat berkomunikasi satu sama lain, termasuk didalamnya adalah berbagi sumber daya (resources) dan berbagi informasi.

Tujuan adanya jaringan komputer:
-mempermudah komunikasi (email, chat, VoIP, teleconference)
-sharing hardware
-sharing informasi (file, data)
-sharing software (Citrix, menjalankan aplikasi remote)

Pembagian jaringan komputer berdasarkan media koneksi
1.Wired : menggunakan kabel
  • Twisted Pair : kabel yg terbuat dari tembaga, berisi 4 pasang kabel (4 twisted pair). Dibuat 'twisted' (saling melilit) agar dapat mengurangi crosstalk. Ada 2 jenis, yaitu Shielded Twisted Pair (STP) dan Unshielded Twisted Pair (UTP).
  • Coaxial : seperti kabel antena TV.
  • Fiber Optic
2.Wireless : menggunakan gelombang radio
  • Infrared
  • Microwave
  • Satelit
  • Wireless LAN
Pembagian jaringan komputer berdasarkan luas area
1. LAN (Local Area Network)
jaringan yg menghubungkan beberapa device pada satu area geografis terbatas, misalnya rumah, lab komputer, dan sekolah. Radius jaringan ini dibawah 10 km. Umumnya digunakan kabel sbg media koneksinya.

2. PAN (Personal Area Network)
jaringan yg menghubungkan beberapa device namun digunakan oleh 1 user, misalnya komputer-printer, komputer-smart phone, dst. Biasanya radius jaringan ini kurang dari 10 meter, dan bisa menggunakan media koneksi kabel maupun wireless (bluetooth, infrared).

3. WAN (Wide Area Network)
jaringan komputer yg mencakup area geografis yg luas misalnya kota atau negara. Media koneksinya merupakan gabungan atara wired dan wireless. Radius jaringan ini diatas 100 km.

4. Enterprise Private Network
jaringan komputer yang dibuat oleh sebuah perusahaan untuk menghubungkan site-site perusahaannya dengan tujuan berbagi informasi dan resource. Misalnya head office di Surabaya, production plant di Sidoarjo, marketing office di Jakarta.

5. Virtual Private Network (VPN)
bentuk jaringan komputer dimana pada links antar node menggunakan koneksi virtual dari jaringan yg lebih besar, misalnya internet.

Pembagian jaringan komputer berdasarkan topologinya
1. Point to point
Satu node hanya bisa berkomunikasi dgn node yg bersebelahan. Jarak antar node ini dinyatakan dalam satuan hop, yaitu jumlah koneksi dari source sampai destination. Bila ada node yg perlu berkomunikasi dgn node yg tidak bersebelahan, maka dia akan mengirimkan data ke node yg bersebelahan dan akan diteruskan ke node sebelahnya lagi dst. Cara seperti ini disebut bridging atau routing. Ada 3 jenis topologi point to point, yaitu:
  • Star, cirinya adalah jaringan ini memiliki satu hub yg terkoneksi ke semua node, shg semua aliran data akan melalui hub ini.
  • Loop, merupakan topologi star yg dimodifikasi, tidak memiliki hub namun setiap node saling berhubungan satu sama lain.
  • Tree, topologi yg disusun scr hirarkial. Ada sebuah root node yg terkoneksi ke device di level 2, dan device di level 2 ini terkoneksi ke level 3, dst.
2.Broadcast Network
Terdiri dari beberapa nodes yg menggunakan satu channel komunikasi. Data yg dikirim akan diterima oleh semua node lain, dan node penerima akan membaca address tujuannya. Node tujuan akan merespon apabila alamat tujuannya cocok dgn diri mereka. Ada 3 jenis topologi broadcast, yaitu :
  • Bus, semua node terkoneksi ke satu channel, contohnya pd coaxial ethernet.
  • Ring, semua node terkoneksi ke satu ring. Data akan ditransfer dari node ke node yg terhubung dgn ring.
  • Satellite, satelit akan melakukan broadcast data ke stasiun-stasiun yg ada di bumi, dan akan dilakukan receiving oleh stasiun bila ia memerlukan data yg di broadcast oleh satelit.
Pada broadcast network, ada 3 jenis message:
-Unicast message, ditujukan pada satu penerima saja
-Multicast message, ditujukan pada sekelompok penerima
-Broadcast message, ditujukan pada semua node yg ada di jaringan.

Referensi

Tuesday, March 22, 2011

Protocol

Definisi Protocol :
sekumpulan prosedur/tata cara/bahasa yang digunakan dalam komunikasi

Contoh:
HTTP - Hyper Text Transfer Protocol - browsing
SMTP - Simple Mail Transfer Protocol - sending email
POP3 - Post Office Protocol v3 - receiving email
IMAP - Internet Messages Access Protocol - receiving email
FTP - File Transfer Protocol
DNS - Domain Name Service

Protocol digunakan secara umum, tidak eksklusif digunakan pada satu jenis device saja atau pada satu vendor saja. Karena itu harus ada standarisasi protocol.

Standarisasi ini dikeluarkan oleh organisasi yg telah ditunjuk, salah satunya oleh IETF (Internet Engineering Task Force).

Standar-standar yang dikeluarkan berbentuk dokumen, biasanya disebut dengan RFC (Request For Comments).

Setiap dokumen memiliki nomor, dan mengatur satu protocol tertentu, misalnya:
RFC 854 : Telnet
RFC 2616 : HTTP
RFC 1889 : Media Streaming
RFC 2821 : SMTP
RFC 959 : FTP

Case Study
Seseorang ingin mengirimkan file berukuran 50 MB dari Surabaya ke Jakarta. Dari contoh protocol diatas, manakah yang paling tepat untuk digunakan?

Referensi